INFO DUNIA PERIKANAN

Home » Budidaya Air Payau » Vanami – Udang Populer yang Mudah Dibudidayakan

Vanami – Udang Populer yang Mudah Dibudidayakan

Budidaya Udang Vanami

Udang vanami (Penaeus vannamei) sangat familiar di kalangan petani tambak terutama masyarakat yang melakukan budidaya perikanan air tawar. Vanami adalah penyebutan yang lazim digunakan dalam pemasaran udang vanami. Udang vanami juga sering disebut sebagai udang berkaki putih karena dari pigmen warna yang didominasi oleh putih keabu-abuan. Cangkang atau kulit udang (chitosan) dari udang vanami mendominasi 60% dari panjang tubuh. Jumlah kaki vanami membujur 75% dari panjang tubuh. Panjang vanami dewasa bisa mencapai 23 cm dan lingkar tubuh sekitar 9 cm. Vanami betina diketahui memiliki perkembangan yang lebih cepat dari vanami jantan karena vanami betina mengalami siklus tertentu pada saat pemijahan.

Peta Produksi dan Budidaya Vanami

Budidaya vanami paling tinggi dikembangkan di Asia Tenggara. Indonesia merupakan negara terbesar kedua setelah Thailand yang menghasilkan vanami dengan kualitas yang tinggi. Pembudidaya tambak vanami melihat potensi yang sangat besar sehingga produksi yang tinggi juga meningkatkan ekspor vanami berkembang pesat. Sampai saat ini negara China, India, dan sebagian di Amerika Selatan memulai budidaya vanami sendiri karena melihat kemiripan iklim dengan Asia Tenggara. Vanami sangat cocok dikembangkan di lingkungan tropis dan memiliki kelembaban sedang. Ketinggian daratan dibandingkan air laut juga menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya vanami. Tidak jarang Indonesia menjadi negara percontohan budidaya vanami oleh negara lain yang ingin mengembangkan budidaya serupa.

Dari hasil observasi sampel di salah satu tambak yang dibina oleh Balai Pembibitan dan Perbenihan Perikanan diketahui dalam sekali produksi bisa mencapai 50 Ton. Lama pembudidayaan vanami diperkirakan bisa dipanen usia 110-150 hari tergantung hasil sampling pertambahan bobot udang. Satu ekor bisa mencapai 30-35 gram dan itu ditaksir sudah mencapai batas maksimal untuk bisa dipanen dan dikonsumsi.

Manajemen Produksi dan Perbenihan Vanami

Manajemen reproduksi juga menjadi salah satu cara tata kelola pelestarian dan pemurnian vanami air tawar. Vanami akan memasuki usia matang saat 6-7 bulan. Selain berdasarkan usia, pertambahan bobot juga menjadi salah satu ciri dan syarat matang vanami yakni jantan sebesar 20 gram dan betina 28 gram. Vanami betina yang telah mengalami proses pemijahan akan bertelur dalam jumlah besar yakni 100.000-250.000 per sekali siklus dengan diameter telur hanya sebesar 0,22 mm. Selanjutnya telur tersebut akan mengalami masa inkubasi dan menetas setelah usia 16-18 jam. Larva yang telah menetas harus tetap dipelihara dalam kolam sampai usia 26-31 hari menjelang bibit larva disemai di tambak atau kolam budidaya air tawar. Larva tersebut akan dapat bertahan dengan memakan fitoplankton maupun zooplankton.

Selama masa penyemaian benih larva untuk dibudidayakan, debit dan volume air dalam tambak juga patut diperhatikan. Idelanya luas tambak berkisar 5-30 ha dengan kedalaman 0,7-1,2 m. Salah satu metode ekstensifikasi budidaya vanami dengan meminimalkan sistem pompa aerasi dan pemberian pakan dengan kadar formula protein rendah dapat mengkontrol perkembangan vanami hingga masa panen. Dalam sekali panen melalui cara ekstensifikasi diperoleh 150-500 Kg/ha/panen dengan catatan satu tahun mengalami dua kali masa panen.

Keunggulan Budidaya Vanami

Beberapa keunggulan yang dimiliki dari budidaya udang vanami ini antara lain FCR (Feed Conversion Rate) yang sangat rendah antara 1-1,2 sehingga mampu menekan biaya produksi. Nafsu makan yang tinggi dengan penambahan bobot yang sangat cepat juga dapat meningkatkan hasil saat panen. Selain itu, sifat tahan penyakit dan cepat beradaptasi di lingkungan yang kurang baik tentu menjadi alasan bahwa vanami memang sangat mudah dibudidayakan. Dalam pemasaran udang vanami pun sangat mudah dan diminati oleh pasar luar negeri sehingga potensi budidaya vanami menjadi komoditas ekspor dibidang perikanan. Pola pembudidayaan yang sangat minim teknologi pun masih mampu menghasilkan produk panen yang tinggi sehingga budidaya vanami ini juga digemari oleh petani lintas usaha.

 

sumber: http://pecintasatwa.com/vanami-udang-populer-yang-mudah-dibudidayakan/

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2016
M T W T F S S
« Feb   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: