INFO DUNIA PERIKANAN

Blog Stats

  • 103,946 hits

Start here

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Koi, Cara Mudah dan Hasil Panen Melimpah

Budidaya ikan koi. Banyak diantara para petani yang melakukan budidaya ikan koi. Ikan koi merupakan sejenis ikan hias yang merupakan primadona dan mempunyai harga jual yang tinggi. Dengan harga yang tinggi tersebut dapat menjadikan daya tarik tersendiri untuk membudidayakan ikan koi.

Dengan harga ikan koi yang tinggi dan kemudahan dalam pembudidayaannya tak jarang banyak petani yang memperoleh keuntungan berlimpah. Untuk lebih mempermudah pemahaman kita mengenai ikan koi, maka dalam artikel ini akan diulas beberapa hal yang berhubungan dengan ikan koi agar dalam membudidayakannya terasa lebih mudah.

Budidaya Ikan Koi

Pada budidaya ikan koi, akan dijelaskan bagaimana teknik untuk membedakan indukan serta cara merawatnya.

  1. Memilih Indukan

indukan budidaya ikan koi
budidayaikankoi.com

Dalam memilih indukan ikan koi harus dipilih ikan yang matang kelamin. Maksud dari matang kelamin yaitu bagi indukan jantan sudah menghasilkan sperma sedangkan untuk indukan betina sudah dapat menghasilkan sel telur yang matang.

  1. Perhatikan Fisik Ikan

perhatikan fisik ikan koi
omhoby.blogspot.com

Fisik ikan untuk indukan yang akan dibudidayakan harus bagus. Maksud dari bagus yaitu mempunyai fisik yang bagus, sirip serta sisiknya lengkap dak yang paling penting perhatikan juga gerakan ikan ketika berenang haruslah lincah dan seimbang.

Agar kita tidak menjadi bingung maka kita dapat memilih indukan dari umur dua sampai tiga tahun. Ciri-ciri ikan betina yaitu perutnya lebih besar daripada jantan, ukuran badannya juga lebih besar. Untuk ikan koi jantan, kita dapat mengetahui dari bentuk badan yang lebih ramping serta memiliki perut yang rata. Sirip ikan koi jantan juga berwarna bintik-bintik putih.

  1. Pemisahan indukan

pemisahan indukan budidaya ikan koi
kaskus.co.id

Untuk membudidayakan ikan koi maka indukan harus disendirikan dari ikan-ikan yang lainnya. Normalnya seekor ikan koi indukan betina dapat dipasangkan dengan tiga ekor indukan ikan koi jantan.

Agar anak dari indukan bagus, sebaiknya memilih ikan yang mempunyai ciri fisik biasa saja namun tetap memiliki sifat unggul. Maksudnya sifat unggul yaitu ikan yang memiliki warna yang pekat. Untuk menyeleksi benih, nantinya dapat dipilih mana ika yang bagus dan mana yang kurang bagus.

Jenis Ikan Koi

Ikan koi mempunyai banyak jenis. Beberapa jenis dari ikan koi diantaranya yaitu sebagai berikut.

  1. Gosanke

ikan koi gosanke
rumahakuarium.blogspot.com

Jenis ikan koi yang pertama yaitu Gosanke. Ciri dari gosanke mempunyai warna hitam, merah dan putih. Yang termasuk dalam kategori Gosanke yaitu Kohaku, Sanke, dan Showa.

Pada kategori Kohaku mempunyai ciri pada pola warnanya. Warna ikan pada jenis ini yaitu merah dan putih. Walaupun ada berbagai macam pola pada Kohaku namun kohaku yang baik mempunyai ciri pada pola warnanya yang tidak turun melewati mata ikamiliki kombinasi yang seimbang.

Ikan koi jenis Sanke mempunyai pola yang sama dengan Kohaku. Ciri pada warna hitam pada sepanjang punggung. Sanke adalah jenis ikan koi hasil persilangan dari Ikan jenis Kohaku dengan Shiro Bekho.

Dan kategori terakhir yaitu Showa. Showa memiliki warna hitam, merah serta putih. Ini merupakan hasil persilangan dari Kohaku dan Shiro Utsuri.

  1. Bekho

jenis ikan koi bekko
masfikr.com

Yang termasuk kategori Bekho yaitu Shiro Bekho, Ki Bekho, dan Aka Bekho. Shiro Bekho merupakan jenis ikan koi yang memiliki warna putih dan hitam kecil-kecil. Tetapi warna hitam pada Shiro Bekho tajam dan seimbang. Ki Bekho memiliki warna kuning dan hitam. Warna kuning pada ikan jenis ini tajam serta warna hitamnya juga tajam dan seimbang.

Warna ini lebih jarang daripada Shiro Bekho. Sedangkan Aka Bekho memiliki warna yang menarik yaitu merah dan hitam. Warna merah lebih dominan dan warna hitam membentuk spot sehingga menarik perhatian bagi yang melihatnya.

  1. Utsurimono
kuyahejo.com
kuyahejo.com

Yang termasuk kategori Utsurimono yaitu Shiro Utsuri, Ki Utsuri, Hi Utsuri. Shiro Utsuri memiliki pola warna yang menarik, yaitu hitam dan putih. Warna putih lebih dominan daripada hitam. Bagian kepalanya berwarna hitam dan putih. Warna ikan jenis ini pada kepalanya harus terdiri dari dua warna, yaitu hitam dan putih.

Jenis ikan Ki Utsuri mempunyai pola warna yang hampir mirip dengan Shiro Utsuri. Hanya saja ki Utsuri memiliki warna kuning dan hitam. Warna kuning lebih dominan daripada hitam. Dan yang terakhir yaitu Hi Utsuri memiliki warna merah dan hitam. Warna hitam lebih dominan daripada warna merah sehingga membuat warnanya lebih menarik serta unik.

Sebenarnya masih banyak jenis ikan koi yang lain yaitu Asagi, Tancho, Hikarimono, Goromo, Hikarimoyo, Matsuba, Kawarimono, dan Hajiro. Namun pada umumnya jenis ikan yang sering dibudidayakan adalah ketiga jenis ikan di atas.

Kolam Ikan Koi

Budidaya ikan koi tidak lengkap tanpa adanya kolam. Kolam merupakan bagian utama dalam budidaya ikan karena hidupnya di air. Untuk dapat membuat kolam, kita perlu untuk mencoba tekniknya.

  1. Cara membuat kolam

membuat kolam ikan koi
alamtani.com

Untuk dapat membuat kolam, pertama-tama yang harus disiapkan yaitu tempat atau lokasi. Tempat sangat menentukan bentuk kolam serta konstruksinya. Tempat yang dapat dipilih yaitu di dalam atau di luar ruangan.

Perhatikan juga kedalaman kolam. Sebaiknya dalam kolam kurang lebih 70 hingga 100 cm. Hal ini karena jika ikan sudah besar dapat bergerak bebas dan tumbuh dengan maksimal.

Jangan lupa juga membangun sistem filter dengan kemiringan sekitar 40% agar sirkulasi untuk menyaring kotoran dapat terarah pada lubang filter sehingga memudahkan penyaringan kotoran. Dengan sistem filter yang baik maka suasana kolam juga terlihat bersih dan nyaman.

  1. Hal yang harus diperhatikan setelah kolam jadi

penyortiran budidaya ikan mas koi
alamtani.com

Setelah kolam jadi maka kita juga harus memperhatikan hal-hal penting agar koi dapat hidup lebih lama. Diantaranya yaitu mengisi air ke kolam menggunakan kondisioner air. Air harus diganti seminggu sekali agar selalu bersih dan harus memastikan bahwa filter lancar. Pemberian makan ikan sebaiknya tiga kali sehari agar ikan tidak kelaparan serta perhatikanlah suhu pada kolam baik ketika kemarau maupun musim hujan.

Harga Ikan Koi

Ikan koi memiliki harga yang bervariasi. Harga ikan koi tergantung pada kualitas ikan. Kita dapat mengetahui harga yang termahal sampai termurah berdasarkan jenisnya juga.

  1. Termahal

Harga yang termahal sedunia yaitu jenis ikan koi Koi Ginrin Showa. Ikan ini berasal dari Jepang dan mempunyai panjang 75 cm. Pada tahun 1986 ikan ini mempunyai harga sebesar 50.000 Pounsterling.

  1. Termurah

Sedangkan ikan termurah yaitu sebesar Rp. 2000,00 dengan panjang sekitar 3cm-5cm. Ikan termurah ini dapat kita temukan pada peternak ikan koi yang ada di sekitar kita.

Demikian beberapa ulasan tentang ikan koi. Memang keindahan ikan koi dapat menarik perhatian bagi yang melihatnya sehingga siapapun yang akan suka dengan warna dan bentuknya. Semoga dengan mengetahui budidaya ikan koi, kolam ikan koi, jenis ikan koi, harga ikan koi dapat bermanfaat bagi kita.

sumber: http://www.mediamaya.net/budidaya-ikan-koi/

Advertisements

Inilah Cara Tepat Budidaya Ikan Nila Di Kolam Beton

Inilah Cara Tepat Budidaya Ikan Nila Di Kolam Beton

Sebelum Anda melakukan budidaya ikan nila di kolam beton ada berbagai hal yang mesti Anda perhatikan. Anda mesti mengetahui ukuran kolam ikan yang akan dibuat karena ukuran kolam ikan harus disesuaikan dengan banyaknya ikan yang ada pada kolam tersebut. Bila jumlah ikannya melebihi dari aturan yang ideal maka hal ini dapat menyebabkan beberapa ikan tidak bisa tumbuh maksimal, bahkan dapat menimbulkan kematian karena tidak mendapatkan makanan.

Budidaya Ikan Nila Di Kolam Beton

Sesudah kolam dibuat berilah pupuk kandang pada dasar kolamnya. Lalu tebarkan daun-daun kering atau jerami kering di atas pupuk kandang tersebut. Kemudian taburkan garam secukupnya pada kolam supaya airnya terasa asin. Biarkan selama 2 hari dan baru setelah itu tambahkan air ke dalam kolam.

Tahap selanjutnya adalah memilih bibit ikan nila yang dapat Anda beli di penjual bibit ikan atau pasar terdekat. Pastikan bibit ikan nila yang ditebar itu memiliki kualitas baik dan sehat. Sebaiknya ukuran bibitnya diseragamkan, yakni memiliki ukuran 8-12 cm dengan kepadatan tebarnya kira-kira 10-15 ekor per meter persegi. Adapun beberapa ciri yang menunjukkan bibit ikan nila itu bagus, diantaranya lincah berenang, tidak ada cacat fisik, kondisinya sehat dan ukuran tubuh ikannya sama (seragam).

Cara budidaya ikan nila di kolam beton yang selanjutnya mesti dilakukan ialah merawat ikan. Merawat ikan nila mesti dilakukan secara rutin, teliti dan baik. Anda harus selalu memberikan pakan untuk ikan pada setiap pagi hari dan sore hari. Berilah ikan dengan pakan yang mengandung banyak nutrisi baik. Bahkan bila perlu dalam waktu satu bulan sekali Anda dapat  memberinya pakan bervitamin.

Jangan sampai lupa untuk memperhatikan kebersihan kolam supaya ikan tidak gampang sakit. Anda dapat mempergunakan pompa untuk membuat air terus mengalir supaya pembesaran ikan nila bisa berjalan optimal. Pasalnya ikan nila merupakan ikan sungai, maka dengan mengalirkan air pada kolam tersebut akan menyebabkan ikan merasa berada dalam lingkungan habitat aslinya.

Disamping itu, Anda mesti memperhatikan penyakit yang mungkin akan menyerang ikan. Ada hal-hal yang dapat menyebabkan ikan sakit, seperti bakteri, jamur dan stres. Namun ikan pun dapat mengalami sakit dikarenakan kalah ketika memperebutkan makanan dengan ikan-ikan yang lainnya sehingga ikan menjadi kekurangan makan dan mati kelaparan.

Nah, untuk itulah Anda mesti benar-benar memperhatikan tanda penyakit pada ikan dan bila ikan sudah benar-benar terkena penyakit sebaik segera pisahkan ikan sakit tersebut pada kolam khusus (kolam karantina). Hal terakhir yang selalu ditunggu-tunggu para pembudidaya ikan atau peternak ikan adalah masa panen. Dalam cara budidaya ikan nila di kolam beton ini masa panen baru bisa dilakukan setelah proses pembesaran ikan berlangsung selama maksimal 6 bulan.

sumber:

http://urbanina.com/perikanan/ikan-nila/inilah-cara-tepat-budidaya-ikan-nila-di-kolam-beton/

Cara Penanganan Ikan Segar Untuk Konsumsi

Urbanina.com – Orang sudah mengetahui, ikan merupakan salah satu makanan yang mengandung protein hewani yang tinggi. Dari segi kandungan gizi, ikan merupakan salah satu makanan yang terbaik, malah lebih baik dari daging lainnya. Hanya saja ikan ini mudah sekah rusak bila telah mati. Kerusakan ini disebabkan oleh kegiatan jasad renik yang menghasilkan lendir. Ikan yang rusak dicirikan oleh bau busuk, kaku, sorot mata yang loyo, warna insang yang kelabu dan lengket serta berlendir. Kalau sudah seperti ini, kitapun akan hilang selera untuk memakannya. Yang membangkitkan selera ialah ikan segar bukan yang busuk. Karena itulah kita perlu mempertahankan kesegaran ini, sebelum siap untuk diolah. Lalu, bagaimana cara penanganan ikan segar untuk konsumsi tersebut?

Agar ikan tetap segar, ada dua cara penanganan ikan segar untuk konsumsi yang dapat kita lakukan. Pertama dengan mempertahankan ikan itu tetap hidup selama pengangkutan. Kedua, mempertahankan kesegaran ikan dalam keadaan mati sekalipun. Cara penanganan ikan segar yang pertama ini, memerlukan tempat khusus agar kandungan oksigen dalam air cukup tinggi dan perlu diperhatikan keadaan kualitas airnya seperti suhu dan sebagainya. Bagi ikan laut yang setelah ditangkap pada umumnya segera mati cara ini tidak bisa kita lakukan. Kalaupun kita lakukan, sewaktu ditangkap kemudian dipertahankan agar tidak mati tentulah tidak efisien dan praktis. Lain halnya bagi ikan air tawar.

Cara Penanganan Ikan Segar Untuk Konsumsi []

Mempertahankan kesegaran ikan dalam keadaan mati, bertujuan memperpanjang daya simpan, tidak mudah rusak dan tetap bernilai gizi tinggi. Caranya ialah dengan mencegah atau menghambat penyebab kerusakan dan reaksi kimia yang terjadi. Kita bisa melakukannya dengan merendahkan suhu, pengeringan, penggaraman, pengasapan dan pengalengan.

Penggunaan suhu rendah, umumnya sudah dilakukan oleh nelayan kita, yaitu dengan menggunakan es. Cara ini memang dapat memperpanjang daya simpan tetapi tidak lama (1-2 hari). Sebabnya, pada suhu 0°C, mikroba yang aktif pada ikan masih mampu untuk hidup dan aktif. Cara yang lebih modern lagi ialah dengan menggunakan freezer atau penyimpanan di cold storage. Dengan cara ini suhu penyimpanan dapat diatur hingga mencapai minus 18°C atau lebih.

Perlu diingat, pembekuan atau penggunaan suhu rendah ini harus didahului dengan membersihkan ikan, menghilangkan kulit atau sisiknya dan juga isi perutnya. Cara ini tidak cocok untuk ikan-ikan yang mempunyai tekstur lunak, karena kristal es yang terbentuk akan merusak tekstur ikan yang bersangkutan. Pada waktu akan dikonsumsi suhu ikan akan naik sampai sama dengan suhu kamar. Naiknya suhu ikan membuat kristal es yang terbentuk mencair dan ikan menjadi lunak atau lembek.

Pengeringan merupakan usaha menghilangkan sebagian kandungan air sampai kadar air tertentu yang dapat menghambat kegiatan mikroba dan reaksi kimia yang tidak dikehendaki. Cara yang mudah dan murah ialah dengan menggunakan sinar matahari. Biasanya proses ini dikombinasikan dengan cara penggaraman.

Penggaraman juga merupakan salah satu usaha mengawetkan ikan. Tentu saja yang dimaksud di sini bukan hanya garam, tetapi juga bahan pengawet lainnya seperti natrium nitrit, natrium nitrat, gula dan marinading (penggunaan asam cuka untuk mengawetkan ikan). Dalam penggaraman, banyaknya garam tergantung pada ukuran ikan, suhu perlakuan dan kadar garam yang dikehendaki. Kemurnian garam akan mempengaruhi mutu ikan awetan. Gunakanlah garam yang berwarna putih bersih, karena garam yang demikian mendekati kemurnian (NaCl 99%).

Cara pengawetan lainnya yaitu pengalengan. Ada beberapa macam hasil pengalengan ikan ini antara lain berupa produk asli, ikan dalam minyak tumbuh-tumbuhan, dicampur sayur, saus tomat dan ikan pasta. Dalam proses pengalengan ini yang perlu diperhatikan ialah derajat sterilisasi.

 

sumber:

http://urbanina.com/perikanan/cara-penanganan-ikan-segar-untuk-konsumsi/

TLV: Ancaman Langsung Perikanan Budidaya Indonesia

 

Artikel yang ditulis aquaculture scientist kami berikut ini adalah rangkuman materi dari acara “Seminar Pencegahan Penyakit Tilapia Lake Virus (TiLV) di Indonesia” yang diselenggarakan KKP di Jakarta, 9 Agustus 2017 lalu.

Virus TiLV pertama kali ditemukan melalui studi kematian massal ikan nila (Oreochromis niloticus) yang terjadi di Danau Kinneret, Israel. Studi tersebut dilakukan oleh Eyngor et. al.  pada tahun 2014. Virus tersebut kemudian menyebar ke negara lain secara cepat sehingga pada tahun 2017 negara yang telah terkonfirmasi terkena wabah virus TiLV pada ikan nila meliputi Israel sebagai negara awal wabah, Mesir, Ekuador, Kolombia dan Thailand (FAO 2017). Penyebaran dan kekhawatiran ancaman langsung pada sektor budidaya perikanan secara umum karena ikan nila sangat populer untuk budidaya, mempunyai sifat unggul berupa mudah dalam pembenihan, cepat tumbuh, relatif tahan serangan penyakit (sebelum ada wabah TiLV), rasa dapat diterima semua selera dan diterima pasar global karena dapat di-fillet.

Ikan nila tak hanya populer di kalangan pembudidaya ikan namun juga merupakan jenis komoditas ikan kedua paling banyak dibudidayakan setelah ikan mas (Cyprinus carpio). Indonesia saat ini produsen ikan nila terbesar kedua dunia dengan produksi per tahun mencapai 1,12 MT (Metric Tone) dibawah Cina dengan nilai 1,78MT (FAO 2017). Negara produsen ikan nila lainnya yaitu Mesir, Thailand, Laos, Honduras, Ekuador, Colombia dan Costarica. Serangan wabah terhadap budidaya ikan nila akan menyebabkan jumlah produksi perikanan budidaya berkurang drastis seperti yang terjadi ketika virus KHV (Koi Herphes Virus) menyerang budidaya ikan mas pada tahun 1998 (Nica 2013).

Gejala TiLV

Beberapa gejala wabah TiLV secara umum antara lain mata infeksi mengkerut atau membengkak, luka lecet, dan ginjal membesar. Gejala penularan muncul 10-13 hari semenjak penularan individu pertama (Eyngor 2014). Ketika budidaya ikan nila terkena wabah maka kerugian akan sangat besar karena kematian  yang ditimbulkan bisa mencapai 80-100% dari populasi pada 14 hari setelah terkena infeksi (Suracetphong et. al. 2017). Gejala serangan  virus secara umum juga mengakibatkan lumpuhnya organ olfaktori sehingga mempersulit ikan menemukan sumber pakan (Keawcharoen 2013), dengan gejala kematian terjadi pada 14 hari semenjak tertular pemberian pakan untuk meningkatkan bobot semenjak teramati gejala akan menjadi tak berarti.

Pengendalian TiLV

Tindakan pengendalian virus TiLV yang bsa dilakukan secara praktis antara lain biosecurity ikan baru datang beserta airnya (Dong et. al. 2017), mensucihamakan peralatan perikanan yang berasal dari luar, memusnahkan ikan yang terindikasi sakit dengan cara dibakar atau dikubur, pembatasan perdagangan ikan antar daerah atau antar negara, serta pengendalian perantara wabah penyakit tersebut. Karena wabah penyakit virus pada dasarnya tak bisa disembuhkan, maka prosedur vaksinasi dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan serangan wabah efektif (Jansen dan Vishnumurti 2017) selain usaha terus menerus untuk menyeleksi ikan nila tahan virus TiLV. Secara umum Standar Operasional Prosedur (SOP) Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) sudah melingkupi usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah TiLV dan fasilitas karantina ikan merupakan komponen penting terutama dalam usaha budidaya pembenihan ikan nila (KKP 2007).

Pada saat ini Indonesia belum terkonfirmasi masuk ke dalam negara terkena wabah TiLV, tetapi langkah cepat dan terstruktur perlu dilakukan untuk mendiagnosa penularan  awal dan tindakan pencegahan penularan lebih lanjut. Analisa resiko perlu dilakukan bagi perusahaan yang berkonsentrasi pada produksi ikan nila, karantina ketat terhadap ikan nila yang akan masuk ke wilayah Indonesia juga perlu dilakukan, selain penyelidikan lengkap mengenai laporan wabah kematian ikan nila (terutama mencolok) yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia (BKIPM 2017).

Referensi

Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu. 2017. Keputusan Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Penetapan Tilapia Lake Virus (TiLV) Sebagai Penyakit Ikan Yang Dicegah Pemasukannya Kedalam Wilayah Negara Republik Indonesia.   http://www.bkipm.kkp.go.id/bkipmnew/public/files/regulasi/SK%20PENETAPAN%20TiLV%20SBG%20PENYAKIT%20IKAN%20YG%20DICEGAH%20MASUK%20KE%20RI.pdf
Dong, H. T., Rattanarojpong, T., Senapin, S. 2017.  Urgent Update on Possible Worldwide Spread of Tilapia Lake Virus (TiLV)https://enaca.org/?id=870&title=urgent-update-on-possible-worldwide-spread-of-tilapia-lake-virus-tilv
Eyngor M., Zamostiano R., Kembou TJE., Berkowitz A., Bercovier H., Tinman S., Lev M., Hurvitz A., Galeotti M., Bacharach E., Eldar A. 2014. Identification of a Novel RNA Virus Lethal to Tilapia. J Clin Microbiol. 2014 Dec;52(12):4137-46. doi: 10.1128/JCM.00827-14. Epub 2014 Sep 17.
Food and Agriculture Organization. 2017. Outbreaks of Tilapia Lake Virus (TiLV) Threatens the Livelihoods and Food Security of Millions People Dependent on Tilapia Farming. http://www.fao.org/fileadmin/user_upload/newsroom/docs/web_GIEWS%20Special%20Alert%20338%20TiLV.pdf
Jansen, M. D., Vishnumurthy, C.  2017. Tilapia Lake Virus (TiLV): Literature Review. Authors Mohan Affiliation, Norwegian Veterinary Institute. WorldFish
Kementrian Kelautan dan Perikanan. 2007. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. Kep. 02/Men/2007 Tentang Cara Budidaya Ikan Yang Baik. https://empangqq.files.wordpress.com/2013/07/kep-02-men-2007-tentang-cara-budidaya-ikan-yang-baik.pdf
Nica, A. 2013. The Current Problem: Koi Herpher Virus. Dunarea de Jos University, Galati, Romania. http://www.uaiasi.ro/zootehnie/Pdf/Pdf_Vol_59/Aurelia_Nica.pdf.
Surachetpong, W., Taveesak, J., Nutthawan, N., Puntanat, T., Kwanrawee, S., Alongkorn A. 2017. Outbreaks of Tilapia Lake Virus Infection, Thailand, 2015–2016.
Kasetsart University, Bangkok, Thailand. Chulabhorn Research Institute, Bangkok (K. Sirikanchana); Ministry of Education, Bangkok (K. Sirikanchana). https://wwwnc.cdc.gov/eid/article/23/6/pdfs/16-1278.pdf. 2017

 

sumber tulisan:

http://efishery.com/guest-post/tlv-ancaman-langsung-perikanan-budidaya-indonesia/

Potensi Udang Pisang

 

Potensi Udang Pisang

Udang pisang, apakah itu?

Bagi sebagian sahabat pembudidaya udang, nama udang pisang mungkin pernah terlintas, atau bahkan sudah dikenal baik. Udang pisang (banana shrimp) atau yang dikenal juga sebagai udang putih adalah udang asli perairan Indonesia. Dikembangkan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, udang yang memiliki nama latin Penaeus merguensis ini digadang-gadang berpotensi membuka peluang usaha baru sekaligus mampu menyaingi pendahulunya, yaitu vannamei dan windu karena memiliki keunggulan yang layak dibandingkan.

Menurut Sugeng Rahardjo, Kepala BBPBAP, udang pisang memiliki beberapa keunggulan, di antaranya;

  • Siklus reproduksi lebih cepat

Dalam waktu 6 bulan, udang pisang dapat mencpapai bobot 30 – 40 gram per ekor dan dapat dijadikan induk. Berbeda dengan windu yang membutuhkan waktu 1,5 tahun untuk siap dijadikan indukan.

  • FCR lebih rendah

Banana shrimp masih memanfaatkan detritus dalam kolam sehingga pemberian pakan lebih hemat. Kebutuhan protein udang ini di kisaran 28 – 33%, lebih rendah dari yang dibutuhkan vannamei.

  • Lebih tahan penyakit

Setelah diuji di Jepara selama 2 tahun, udang pisang tidak menunjukkan adanya gejala-gejala, sehingga dapat dinyatakan bebas dari berbagai penyakit udang.

  • Indukan Lokal

Jika selama ini tantangan vannamei adalah karena benurnya didapat secara impor dari Hawaii, maka untuk budidaya udang pisang tidak perlu jauh-jauh. Indukan dapat ditemukan di perairan Indonesia sehingga akan lebih hemat dan lebih mudah mempersiapkan induk. Terlebih jika Balai sudah dapat memproduksi indukan dengan kualitas yang stabil.

  • Lebih menguntungkan

Udang pisang yang saat ini beredar di pasar lokal dipatok dengan harga Rp 90.000/kg dengan size 60. Harga ini lebih tinggi 10.000 dari udang vannamei dengan size yang sama.

udang pisang yang dikembangkan BBPBAP Jepara

Produksi udang pisang

Beberapa waktu yang lalu, BBPBAP Jepara baru saja memanen perdana udang pisang ini sebanyak 8 – 10 ton dari sekitar 8 kolam. Ukurannya 50 – 70 ekor/kg setelah melalui masa budidaya selama 4 bulan (padat tebar 150 ekor/m2). Selain itu juga Balai Jepara sedang berupaya untuk melakukan pembenihannya. Masih menurut Sugeng seperti yang dilansir dari majalah Trobos Aqua, hingga kini kapasitas produksi hatchery mampu menyediakan 18 juta ekor benur per tahun.

Tidak hanya Balai Jepara, Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee (Aceh) juga telah melakukan pembenihan. Dikatakan Muhamad, pengawas BPBAP Ujung Batee, budidaya udang ini sebetulnya sudah menjadi tren di Aceh semenjak 2 tahun yang lalu, tapi dengan cara tadisional. Budidaya udang pisang yang telah dilakukan oleh Balai Ujung Batee sendiri telah menghasilkan 1,5 – 3 ton per siklus dari satu kolam ukuran 3000 m2. “Saat ini sudah ada 2 kolam di Balai sehingga totalnya sekitar 4 – 5 ton udang per siklus dalam kurun waktu 4 bulan,” jelas Muhamad.

Adanya udang asli Indonesia ini berpotensi terciptanya produksi udang yang mandiri, dimulai dari penyediaan indukan yang didapat tanpa harus impor. Salam budidaya.


Sumber:

sumber tulisan:
http://efishery.com/efishery-university/kabar-budidaya/potensi-udang-pisang/

Macam-macam Udang Budidaya

Ada banyak jenis udang yang beredar di Indonesia. Baik sebagai pembudidaya dan penggemar udang, apakah Anda sudah mengenal berbagai macam udang berikut?

Udang vannamei

Udang bernama latin Litopenaeus vannamei ini adalah udang yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Meski berukuran kecil, udang vannamei relatif lebih tahan penyakit dibanding udang windu dan udang lainnya. Udang kaki putih ini juga memiliki toleransi salinitas yang cukup lebar yaitu 2 – 40 ppt sehingga mudah beradaptasi.

Di berbagai belahan dunia, vannamei dikenal dengan sebutan udang putih Pasifik (Pacific white shrimp) atau raja udang (king prawn).

Udang windu

Sebelum banyak terjangkit penyakit bintik putih (white spot), udang windu adalah primadona udang budidaya di Indonesia. Udang windu betina memiliki panjang hingga 33 cm, bobot 200 – 300 gram. Udang windu jantan panjangnya 25 cm dengan bobot 100 – 170 gram. Ukurannya yang besar menjadi favorit konsumen karena memiliki daging yang banyak.

Udang windu (Penaeus modon) ini dikenal juga dengan nama tiger giant/black tiger/tiger prawn. Ciri fisiknya adalah berkulit tebal dan keras. Warnanya hijau kebiruan dengan garis gelap melintang meski ada pula yang berwarna merah dengan garis coklat kemerahan.

Udang galah

Udang berukuran besar ini memiliki ciri khas yang sangat mudah dikenali, yaitu sepasang capit yang panjang dan besar, terutama pada udang galah jantan. Ciri lainnya adalah kepalanya yang berbentuk kerucut, badannya memanjang serta melengkung ke atas. Berukuran 30 cm, tidak heran udang ini menjadi udang terbesar di antara udang tambak dan dikenal dengan nama giant river prawn.

udang galah

Udang galah memiliki nama latin Macrobrachium rosenbergii dan memiliki warna yang bermacam, ada yang biru kehijauan, hijau kecoklatan, kuning kecoklatan, dan bercak-bercak seperti udang windu. Udang galah kurang menjadi favorit petani karena perawatannya cukup sulit, ditambah udang ini bersifat kanibal. Namun, pada beberapa sentra produksi, udang galah tetap dibudidayakan karena harga jualnya yang cukup tinggi dan mampu menembus pasar ekspor ke Jepang dan negara-negara Eropa. Sentra produksi udang galah sebagian besar terletak di pulau Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur).

Udang jerbung

Dikenal dengan nama white shrimp/udang putih. Kulitnya berwarna putih dengan bintik yang berbeda-beda sesuai jenisnya, ada yang bintik hijau, kuning, dan hitam. Terdapat 3 jenis udang cerbung yaitu udang peci, udang bambu, dan udang pisang.

udang jerbung

Udang peci (white shrimp) memiliki warna kulit lebih gelap dan berbintik hitam. Udang bambu (bamboo shrimp) mendapatkan namanya karena warnanya kuning bercak merah seperti bambu. Udang pisang (banana shrimp) memiliki warna kulit yang kekuningan.

Udang yang bernama latin Penaeus merguiensis ini sudah banyak dibudidayakan secara tradisional di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Aceh dan Sumaterta Utara. Saat ini pengembangan budidaya udang ini tidak hanya di dua daerah tersebut tapi juga di Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Udang barong

Udang yang bernama latin Panulirus sp ini lebih dikenal dengan sebutan “lobster”. Ukurannya besar, kulitnya keras, dan memiliki warna hijau, coklat, coklat kemerahan, dan hitam kebiruan. Produksi udang ini tersebar di Sumatra Utara, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Timur.

lobster

Selain udang-udang terkenal di atas, ada pula jenis udang lain yang tidak sepopuler udang di atas, yaitu:

  • Udang flower

Disebut flower (bunga) karena corak warnanya yang seperti bunga dengan warna hijau kehitaman dengan garis melintang coklat, kulit, dan kakinya agak kemerahan. Udang ini diketahui memiliki harga yang fantastis karena sulit didapatkan di lautan. Udang ini dikenal juga dengan sebutan tiger flower.

udang bunga

  • Udang kucing

Udang kucing atau cat prawn berukuran kecil dengan warna hijau dan garis melintang kuning dan putih. Ada juga yang berwarna kuning dengan garis melintang coklat dan putih.

udang kucing

  • Udang kipas

Udang ini seperti udang barong/lobster hanya saja ukurannya lebih kecil, kulitnya lebih lunak, dan kasar. Kulitnya bewarna kecoklatan dengan garis melintang. Dikenal juag dengan sebutan “baby slipper lobster”.

udang kipas

  • Udang rostris

Udang ini masih satu kelompok dengan vannamei yang bisa dilihat dari nama latinnya, yaitu Litopenaeus styliorostris. Pembesaran udang ini dapat dilakukan pada metode intensif dengan sistem tertutup. Sentra lokasi budidaya ini berada di Aceh dan NTB.

udang rostris

  • Udang api-api

Udang ini memiliki berbagai nama lain, seperti udang dogol, udang dugul, udang kayu, udang werus, udang kupas, dan sebagainya. Dalam dunia perdagangan, udang ini disebut endeavour prawn. Awalnya, Metopenaeus monoceros ini adalah udang tangkap yang memiliki fungsi dalam siklus rantai makanan di ekosistem mangrove.

udang api-api

  • Udang hias

Selain udang konsumsi, udang hias juga banyak dibudidayakan karena keindahannya. Jenis udang hias ini ada red cherry (warna merah transparan), yellow fire (kuning), dan red rili (mirip dengan red cherry, lebih transparan). Ukuran udang hias ini jauh lebih kecil dibandingkan udang-udang konsumsi.

udang yellow fire


Sumber:

sumber tulisan:

http://efishery.com/direktori-perikanan/macam-macam-udang-budidaya/

Azolla: Protein Nabati Bagi Ikan

Ada banyak jenis pakan alternatif yang bisa dimanfaatkan pembudidaya untuk mengganti (sebagian atau seluruh) pakan pelet pabrikan. Salah satunya adalah tanaman Azolla microphylla, tanaman paku air berukuran 2 cm yang biasanya tumbuh alami di area rawa-rawa atau persawahan.

Azolla, yang kadang disebut “kiyambang” atau “mata lele” ini, dapat diperbanyak juga dengan mudah menggunakan peralatan yang ada. Setelah itu, Azolla segar dapat langsung diberikan pada ikan atau diproses lebih lanjut dengan fermentasi (menjadi tepung Azolla) dan dibuat pelet. Azolla mengandung protein sekitar 30% sehingga cocok untuk pakan ikan lele, nila, gurame, ataupun tawes.

Cara Budidaya Azolla

  1. Siapkan wadah pembiakkan. Idealnya adalah kolam tanah karena menyerupai habitat asli Azolla, tapi ember, nampan, atau kolam terpal dapat digunakan sebagai wadah.
  2. Pada wadah selain kolam tanah, campurkan tanah dan pupuk kandang (70% : 30%) dengan ketebalan sekitar 5 cm. Pupuk kandang dapat diganti dengan bahan alami yang memiliki fungsi sama, seperti MOL (mikroorganisme lokal).
  3. Isi wadah pembiakkan dengan air dengan ketinggian 5 – 15 cm dari media tanah di bawah.
  4. Biarkan selama 2 minggu sampai pupuk terfermentasi dengan baik (ditandai dengan hilangnya bau amonia)
  5. Tebar bibit Azolla sebanyak 50 – 70 gr/m2.Pastikan Azolla dalam wadah pembiakkan terpapar sinar matahari cukup.
  6. Diamkan sekitar 2 minggu sambil menjaga ketinggian air (jangan sampai kering).
  7. Azolla siap dipanen.
  8. Untuk pemberian langsung, Azolla sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu agar mengurangi kandungan airnya (tapi tidak dijemur), baru kemudian diberikan pada ikan.

Saat ini cukup banyak penjual bibit Azolla sehingga sahabat pembudidaya sekalian dapat membelinya dengan mudah. Salah satu penjual membanderol bibit Azolla-nya dengan harga Rp 100.000 per 2 kg.

Proses lebih lanjut dengan fermentasi bertujuan untuk menurunkan serat kasar pada Azolla sehingga akan lebih mudah dicerna ikan.

Cara Fermentasi Azolla

  1. Bahan yang diperlukan adalah Azolla segar, dedak/bekatul, dan tepung ikan dengan perbandingan 70 : 20 : 10. Campurkan bahan tersebut secara merata.
  2. Tambahkan biang Trichoderma sebanyak 10 gram untuk 1 kg bahan tersebut. Anda bisa juga menggunakan probiotik EM4 dan tetes tebu. Untuk fermentasi menggunakan EM4, Azolla disemprot terlebih dahulu dengan campuran probiotik EM4 dan tetes tebu, baru kemudian dicampur dengan tepung dan dedak.
  3. Masukkan semua bahan ke dalam plastik atau karung kedap air, ikat sampai rapat.
  4. Diamkan agar terjadi proses fermentasi selama 3-4 hari (atau bisa sampai 7 hari).
  5. Campuran fermentasi Azolla dapat langsung diberikan sebagai pakan atau dibentuk pelet menggunakan mesin.

 

Hitung Untung dengan Pakan Azolla

Beberapa pembudidaya sudah mempraktekkan pemberian Azolla ini pada ikannya. Hasilnya, biaya produksi terbukti bisa ditekan sampai sekitar 20%. Menurut apa yang dialami Suminto, peternak lele di Banjarnegara, beliau bisa menghemat biaya pakan sebesar 2,2 juta. “Untuk mencapai ukuran konsumsi ‘sekilo 8’, memerlukan 1300 kg pelet Azolla dengan harga Rp 6.000/kg (Rp 7,8 juta/siklus). Sedangkan jika menggunakan pelet pabrikan yang harganya Rp 10.000/kg, diperlukan 1000 kg, maka per siklusnya dikeluarkan Rp 10 juta,” jelasnya.

Masih di Banjarnegara, Udiono pembudidaya nila membuktikan bahwa menggunakan pakan Azolla dapat menurunkan FCR menjadi 0,9. Ada pula pembudidaya lele di Palu yang berhasil menekan biaya produksi sampai 40% dengan menggunakan Azolla segar sebagai pengganti penuh pakan pabrikan.

Variasi praktek budidaya seperti di atas tentu tidak langsung menuai sukses, yang terpenting adalah terus mencoba dan menerapkan yang terbaik bagi budidaya masing-masing. Apakah Anda siap mencoba?


SUMBER

Berita penggunaan Azolla:

http://www.bibitikan.net/gunakan-rumput-azolla-petani-lele-palu-menghemat-40-persen-biaya-produksi/
http://kolamazolla.blogspot.co.id/2014/12/pelet-azolla-menghemat-pakan-pabrikan.html
http://www.trobos.com/detail-berita/2014/05/15/15/4545/kombinasi-pelet-%E2%80%93-azolla-tekan-biaya-pakan

 sumber: