INFO DUNIA PERIKANAN

Blog Stats

  • 87,348 hits

Start here

Keunikan Kuda Laut Jantan

memelihara kuda laut

Tiga puluh lima hewan dari genus Hippocampus memiliki yakni para jantan yang hamil, bukan betina.

Diawali dengan beberapa tarian, selama musim kawin, beberapa kuda laut berenang dengan indah selama berjam-jam untuk memulai proses pembuahan. Tak sedikit dari mereka yang terkadang saling menyentuh hidung dengan ekor keriting mereka.

“Anda pernah melihat gambar-gambar dari kuda laut yang membentuk hati? hal ini hampir seperti kenyataannya” kata Leslee Marsushige, asisten kurator dari Aquarium Birch di California.

Pose romantis ini merupakan cara untuk meluruskan jalur ovipositor dari betina yang kemudian akan ditempatkan di dalam perut kuda laut jantan . Betina meletakkan ratusan telus ke dalam perut jantan yang akan dijadikan sebagai tempat untuk calon anak-anak kuda laut ini berkembang hingga menetas.

Setelah sekitar 14-28 hari periode kehamilan , kuda laut jantan akan mengalami kontraksi dan mengeluarkan anak-anak kuda laut. Hanya sedikit yang mampu bertahan. Kebanyakan dari anak-anak kuda laut ini mati karena dimakan oleh predator, rusaknya habitat, atau terjebak oleh jaring-jaring nelayan.

Kuda-kuda laut ini sebagian besar dijual sebagai cendera mata atau sebagai obat-obatan, khususnya di Tiongkok. Sekitar 25 juta kuda laut dijadikan sebagai obat tradisional Tiongkok, kata Leslee Matsushige.

(Nisrina Darnila. Sumber: Patricia Edmonds/nationalgeographic.fr)

 

sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/12/keunikan-kuda-laut-jantan

sumber gambar: http://pet-lovers.id/memelihara-kuda-laut/

Advertisements

PERJALANAN PANJANG MENUJU PUNCAK

The story of Eel part 1

Kalau baca judul di atas terbayang kisah sukses seseorang yang sudah berjuang saat mudanya dan mempersiapkan diri untuk mencapai sesuatu yang menjadi cita-citanya. Kemudian kisah nyata nan indah akan menginspirasi dan mendorong banyak pemuda mengikuti jejaknya untuk mengapai kesuksesan….layaknya perjuangan Muhammad shalalahu alaihi wasalam yang menjadi tokoh paling berpengaruh diseantero jagad…

perjuangan

Pada pagi yang cerah dengan panorama awan dan birunya langit kita akan coba menelusuri jejak-jejak perjalanan makhluk Allah yang punya dara tarik eksotik, ekonomi hingga menjadi komoditas yang sangat dicari diseluruh dunia…masyaAllah ya, iya betul komoditas itu  bertajuk SIDAT

Sidat melakukan perjalanan panjang (yang biasa dikenal dengan MIGRASI) yang penuh dengan pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita petik sehingga bermanfaat bagi kehidupan kita, Ya perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah titik yang rendah di permukaan bumi dalam kondisi gelap dan bersuhu dingin….iya betul Deepsea laut dalam

Ritual pemijahan (perkawinan) yang syahdu mereka lakukan di laut dalam, hal ini dibuktikan oleh para peneliti yang berhasil menangkap sidat dengan kapal ekspedisi didaerah laut dalam dan samudra. Kita ketahui bersama laut selalu berbalut dengan garam sehingga para ahli mengistilahkannya dengan salinitas atau air yang berkadar garam.

Setelah telur dan sperma dikeluarkan maka akan terjadi pembuahan dan kehidupan pun dimulai…tentunya hal ini menjadi menarik karena hanya sidat saja yang memiliki behavior seperti ini. Lalu telur yang dibuahi akan menetas menjadi larva yang dikenal dengan preleptocephalus, masih sangat sederhana morfologi maupun struktur anatomi tubuhnya tapi sudah berada pada kondisi ekstrim samudra…

Allah sudah mulai menempa larva sidat yang baru menetas dengan lingkungan samudra, tentunya Allah tahu sidat akan kuat menghadapi hal tersebut. Terombang ambing dalam terjangan ombak hingga badai tidak menyurutkan niat sidat untuk terus melakukan perjalanan untuk mencapai puncak…

Seiring berjalannya waktu sidat akan mengalami metamorfosis menjadi leptocephalus, organ-organ tubuhnya pun berkembang hingga siap mencari makan secara mandiri, loh induknya kemana kok malah mencari makan mandiri…tega ya si induk.

Jangan terburu-buru berburuk sangka ya, induk sidat di alam akan mati setelah ia berhasil melakukan pemijahan (perkawinan), mereka berpuasa selama perjalanan migrasinya dari hulu hingga laut dalam. Jadi energi terakhir benar-benar didedikasikan untuk generasi selanjutnya agar bisa melanjutkan perjuangan…masyaAllah sebuah inspirasi yang patut kita ambil pelajaran…luar biasa, pengorbanan yang tidak hanya mementingkan dirinya yang sudah mendapatkan kesuksesan tapi juga memperhatikan generasi selanjutnya…

Seiring berjalannya waktu sidat kecil terus menyusuri gelombang laut dan mengalami metamorfosis hingga menjadi glass eel sidat kaca karena memang bentuk tubuhnya bening sekali, apabila terkena cahaya ia akan memantulkan cahaya berwarna warni seperti pelangi nan indah, glass eel ini akan menuju muara sungai dimana induknya pernah melaluinya untuk menuju laut dalam.

Disepanjang perjalanannya menuju muara sungai bukanlah suatu hal yang mudah, adanya lingkungan yang ekstrim, badai hingga predator terus membayangi, tapi ia tahu ia harus berjuang seperti generasi yang dahulu telah berjuang. Hal tersebut tentunya memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita hidup ini penuh dengan ujian rintangan dan resiko yang harus dihadapi bukan dihindari. tapi kita tidak boleh menyerah ada satu nasehat yang perlu dicamkan baik-baik agar kita bisa sukses

“Kalau perjuangan hidupmu sebagaimana perjuanganmu untuk bernafas makan yakinlah InsyaAllah akan Sukses”

“Kalau salah, Perbaiki. Kalau gagal, Coba Lagi. Kalau menyerah, maka semuanya selesai”

Kami membahas secara detil dan terperinci prospek, sejarah, hingga budidaya berteknologi, sistem dan teknologi resirkulasi,rekayasa wadah, pakan hingga pengolahan ikan sidat sampai siap saji untuk bisa dikembangkan dalam skala usaha dalam kegiatan

 

sumber: http://sidatlabas.com/perjalanan-panjang-menuju-puncak/

Ikan Napoleon – Raja Laut Yang Diambang Kepunahan

Ikan Napoleon Sulawesi Tenggara Terancam Punah  

Sebaran dan Habitat Ikan Napoleon

Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) merupakan salah satu spesies yang masuk daftar merah International Union for The Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), lembaga yang menetapkan potensi sumber daya sebagai batas kritis, langka, dan terancam populasinya. Ikan yang juga disebut sebagai ikan batu karang ini, hidup di wilayah perairan Raja Ampat Papua, Wakatobi, Bunaken, Buton, Sikka dan perairan Maluku.

Seperti namanya ikan batu karang, ikan Napoleon hidup di antara terumbu karang dan mengisi sebagian besar perairan yang memiliki gugus batu karang yang besar. Populasi di Indonesia masih dalam tahap sensus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), namun bisa diperkirakan bahwa setiap hektar wilayah laut didiami hanya sekitar 20 ekor. Faktor pemijahan yang rendah dan eksploitasi besar-besaran menjadi penyebab utama semakin menurunnya jumlah populasi ikan yang juga dijuluki King of Ocean ini.

Ikan Napoleon – Raksasa Perairan Dangkal

Keistimewaan ikan ini bisa berukuran besar yakni mencapai panjang 2 meter dengan berat mencapai 180 Kg. Berukuran raksasa menjadikan ikan ini juga dinobatkan sebagai penguasa wilayah perairan dangkal. Ikan ini juga memiliki mata yang mampu berotasi 180 derajat dengan warna sisik yang menyala kebiruan meski di perairan dalam. Dampak bila ikan Napoleon punah otomatis akan memutus rantai keseimbangan laut. Sebagaimana diketahui bahwa ikan Napoleon adalah pemangsa bulu babi, karang cots, dan bintang laut raksasa yang penuh duri.

Menjaga Populasi Ikan Napoleon

Ikan Napoleon juga termasuk daftar appendik II Convention on International Trade in Endangered Species (CITES). Belum tegasnya penerapan sistem Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) dalam hal perikanan dan kelautan membuat hasil kekayaan laut sering dijarah dan dirusak baik oleh penangkap ikan dalam negeri maupun luar negeri. Pemakaian bom untuk meledakkan karang dan racun sianida yang dipakai untuk menangkap ikan merupakan pelanggaran laut yang sangat berat. Tentunya bukan hanya spesies ikan kecil dan besar yang akan mati, melainkan juga vegetasi lautan akan turut rusak. Sudah menjadi tugas kita bersama untuk membantu menjaga sumber daya laut kita.

Penangkapan yang dilakukan secara ilegal dan brutal juga menjadi risk factor utama populasi ikan Napoleon semakin menurun. Oleh karena itulah, seyogyanya kita menjaga aset laut kita.usaha untuk menjaga populasi harus terus dilakukan dengan melakukan penelitian dan pemijahan. Selain itu, penangkapan yang diizinkan hanya dengan surat resmi dan itupun harus menangkap ikan dengan cara dipancing, bubu atau jaring insang.

Ikan Napoleon ini menjadi salah satu nilai kekayaan laut kita. Jangan sampai hanya karena kelalaian kita menjaga laut, di masa depan akan ada rubrik “Ikan ini pernah dimiliki Indonesia”. Mari melestarikan sumber daya laut kita secara bijak dan memberi wawasan kepada generasi penerus yang akan merawat laut Nusantara ini selanjutnya.

 

sumber: https://pecintasatwa.com/ikan-napoleon-raja-laut-yang-diambang-kepunahan/

sumber gambar: https://m.tempo.co/read/news/2013/04/10/206472357/ikan-napoleon-sulawesi-tenggara-terancam-punah

Virus Tilapia Hanya Serang Ikan Nila dan Mujair

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Karantina dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan penyakit Tilapia Virus Lake (TiLV) tidak menular kepada ikan selain nila dan mujair.

Bahkan, menurut, BKIPM Heri Yuwono, TiLV tidak akan menular kepada ikan lain jika hidup dalam satu tempat tinggal secara bersamaan. Dia mengatakan hal tersebut merujuk dari hasil uji kompetensi yang dilakukan pakar dari berbagai negara.

“Selama ini, uji kompetensi yang sudah dilakukan para pakar di luar negeri, dengan jenis lain itu tidak menular,” imbuh Heri kepada CNNIndonesia.com di kantor KKP, Jakarta, Selasa (4/7).

Heri lalu menjelaskan, uji kompetensi yang telah dilakukan yakni dengan menempatkan ikan nila yang terkena penyakit TiLV dengan ikan jenis lain dalam kolam yang sama. Akan tetapi, hasil membuktikan, ikan jenis lain sama sekali tidak terkena gejala-gejala penyakit TiLV.

“Ikan sehatnya terbukti tidak ikut tertular,” tutur Heri.

Meski sejauh ini riset menunjukan hasil demikian, Heri mengaku pihaknya akan terus mengikuti perkembangan riset yang dilakukan di luar negeri. Bilamana ada hasil baru dan bertentangan dengan hasil riset sebelumnya, Heri mengaku akan lekas menindaklanjuti. Khususnya terkait pengidentifikasian penyakit TiLV di dalam negeri dan bekerja sama dengan Direktorat Perikanan dan Budidaya.

Sebelumnya, BKIPM mengaku akan melakukan survei aktif dan pasif dalam rangka mengantisipasi persebaran TiLV jika ditemukan di suatu daerah.

BKIPM melakukan Survei aktif dengan cara turun ke lapangan jika ada kasus kematian massal ikan nila dan mujair. Perihal survei pasif, BKiPM akan melakukan riset data yang dimiliki dinas perikanan setempat serta Ditjen Perikanan dan Budidaya.

Upaya yang akan dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari KKP yang secara resmi mengimbau kepada pembudidaya ikan nila dan mujair agar meningkatkan kewaspadaan terkait penyakit TiLV.

Imbauan itu dikeluarkan setelah TiLV ditemukan di peternakan ikan nila di Thailand belakangan ini setelah ditemukan di Israel, Mesir, Ekuador, dan Kolombia.

“KKP terus memonitor dan mencermati perkembangan penyebaran penyakit Tilapia Lake Virus yang sudah mulai mendekat ke Indonesia. Berbagai langkah pencegahan telah dilakukan pemerintah,” ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Slamet Soebjakto, di Jakarta, Senin (3/7) seperti dilansir dari Antara.

Slamet juga mengaku bakal memperketat Proses impor induk, calon induk maupun benih ikan yang rentan terkena penyakit tersebut dari luar negeri khususnya dari negara-negara yang sudah terjangkit penyakit TiLV. (rah)

 

sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170705075012-260-225799/virus-tilapia-hanya-serang-ikan-nila-dan-mujair/

Busmetik, Solusi Petambak Udang Skala Kecil

Pengembangan teknologi Budidaya Udang Skala Mini Empang Plastik atau yang dikenal dengan Busmetik saat ini sedang gencar digalakkan. Pengembangan Busmetikmerupakan upaya meningkatkan produktivitas dan efisien produk hasil perikanan yang makin diminati pasar lokal dan internasional.

Busmetik merupakan pengembangan teknologi budidaya udang, yang saat ini dijadikan media pembelajaran untuk mencetak peserta didik yang terampil dalam budidaya udang. Mengapa udang? Tak lain karena hingga saat ini udang menjadi komoditas bisnis yang sangat menguntungkan.

Teknologi Busmetik merupakan hasil kajian empiris sejak akhir tahun 2009, yang dilakukan oleh civitas akademika Sekolah Tinggi Perikanan (STP). Inilah instrument pokok dalam pembelajaran pendidikan vokasi untuk program studi Teknologi Akuakultur di STP Serang, Banten.

Banyak keuntungan dari teknologi Busmetik, antara lain biaya murah sehingga terjangkau oleh petambak kecil dan menegah. Pengolahan tambak pun menjadi lebih mudah karena luasan petak menjadi lebih kecil dibandingkan tambak ekstensif/tradisional.

Teknologi Busmetik sangat cocok untuk budidaya udang vannamei (Litopeneus vannamei) karena udang vannamei dapat dipelihara dalam kepadatan tinggi, di atas 100 ekor/m3. Selain itu, udang vannamei memiliki pertumbuhan lebih cepat, lebih tahan terhadap penyakit, dan memiliki segmen pasar yang fleksibel.

Prosedur pemeliharaan

Beberapa komponen penting dalam penerapan teknologi Busmetik, yaitu: (1) wadah budidaya, (2) media budidaya, (3) biota budidaya, dan (4) Lingkungan sekitar.

Wadah budidaya dibuat dengan dimensi yang tidak terlalu luas dan dilapisi plastik jenis high density poly ethylene (HDPE) dengan ketebalan 0,5 mm. Sementara kedalaman tambak berkisar 80—100 cm. Media budidaya, dalam hal ini air, harus memenuhi kriteria secara fisik, kimia, maupun biologi. Di samping itu, bebas dari hama dan penyakit. Biota budidaya yang akan dibudidayakan harus sehat, berukuran seragam (PL 10—12) dan bebas dari penyakit. Sementara dalam teknologi Busmetik, kondisi sekeliling tambak sangat berpengaruh. Oleh sebab itu, tambak hendaknya dikelilingi ekosistem mangrove.

AK 9 Budidaya 2 2 Udang vannamei memiliki pertumbuhan lebih cepat dan lebih tahan terhadap penyakit (istimewa)

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Pusluh), proses pemeliharaan udang pada teknologi Busmetik diawali dengan penyiapan petakan tambak. Dimensi tambak berbentuk empat persegi panjang dengan luas 600—1.000 m2. Petakan tambak yang dilapisi plastik akan sangat memudahkan persiapan. Tambak cukup dikeringkan 1—2 hari, lalu dibersihkan dan selanjutnya siap diisi air.

Kegiatan selanjutnya adalah pensucihamaan dengan mengunakan kaporit. Dosis kaporit yang digunakan 50—60 mg per liter. Setelah 2—3 hari, air di dalam tambak akan netral dari klorin dan siap untuk diberikan bakteri probiotik jenis Bacillus.

Berdasarkan rilis Pusluh, ada dua faktor penting yang harus diperhatikan dalam memberikan probiotik jenis Bacillus. Pertama, stochastic, yaitu berkaitan dengan waktu untuk memberikan probiotik. Kedua, deterministic, yaitu dosis yang cukup agar Bacillus mampu menjalankan perannya dengan baik.

Berdasarkan pemahaman terhadap kedua faktor tersebut, dalam teknologi Busmetik, Bacillusdiberikan pada awal persiapan setelah air tambak netral dari klorin. Hal ini dimaksudkan agar Bacillus mendominasi mikroorganisme pada media pemeliharaan. Selanjutnya, pemberian Bacillus dilakukan secara berkala hingga akhir pemeliharaan untuk mempertahankan populasinya dalam air tambak. Pengalaman lapangan membuktikan, aplikasi Bacillus dengan cara seperti ini mampu mempertahankan kualitas air tambak lebih lama sehingga udang lebih stabil dan meminimalkan pergantian air.

Teknologi Busmetik telah terbukti menghasilkan panen udang dengan maksimal, yaitu tiga kali panen dalam 1 tahun. Tak heran jika pada tahun 2013, teknologi Busmetik mendapatkan apresiasi dari Menteri Kelautan dan Perikanan, yang waktu itu dijabat oleh Sharif C. Sutardjo.

Sebagai contoh, berdasarkan pengalaman kelompok pembudidaya ikan Posdaya Mulyosari di Desa Sidomulyo, Ngadirejo, Pacitan, Jawa Timur, empang seluas 600 m2 dengan padat tebar tinggi 250 ekor/m3 menghasilkan 2.280 kg udang vannamei. Volume panen sudah memperhitungkan kelangsungan hidup udang selama budidaya sebesar 95%.

Empang plastik dapat dipakai untuk 3 kali siklus budidaya. Dengan investasi awal sebesar Rp 165 juta dan ongkos operasional Rp 67 juta, pendapatan per siklus mencapai Rp 114 juta. Bila dihitung setiap siklus, petambak Busmetik dapat memetik laba bersih sebesar Rp 47 juta di luar nilai investasi.

Produksi udang harus terus ditingkatkan guna mendongkrak peningkatan produksi perikanan budidaya secara nasional. Oleh sebab itu, di samping mengembangkan wirausaha dan perluasan lapangan pekerjaan, berbagai upaya akan terus dilakukan termasuk inovasi teknologi, salah satunya dengan teknologi Busmetik. Melihat hasil produksi udang yang sangat menjanjikan dalam Busmetik, sudah saatnya inovasi teknologi ini dapat diterima oleh masyarakat secara luas, terutama pelaku perikanan budidaya. Dengan begitu, keberhasilannya diharapkan dapat meningkatkan produksi udang nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kala itu, Sharif mengatakan bahwa teknologi Busmetik mampu meningkatkan produktivitas udang sehingga perlu terus dikembangkan. Harapannya, pengembangan tidak hanya dilakukan pemerintah, melainkan juga pihak swasta. Sharif menerangkan bahwa sejumlah tenaga ahli perikanan dari negara lain juga sudah mempelajari teknik budidaya tersebut dan berharap bisa dikembangkan di negaranya masing-masing. Tenaga ahli perikanan asing tersebut antara lain nerasal dari Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, India, dan China.

“Kesempatan memproduksi udang dengan teknologi Busmetik harus bisa dimanfaatkan Indonesia, mengingat sejumlah negara pesaing saat ini produksi udangnya gagal karena terserang penyakit ‘Early Mortality Syndrome (EMS)’ yang mematikan,” ujarnya. “Saya berharap agar di masa datang Indonesia tidak tertinggal lagi soal budidaya udang dari negara yang justru sebelumnya belajar dari kita. Kemampuan teknologi ini hendaknya bisa terus ditingkatkan dan terus dilakukan inovasi” (Althaf Danayah)

 

sumber: http://infoakuakultur.com/blog/busmetik-solusi-petambak-udang-skala-kecil/

5 Manfaat Hutan Mangrove Untuk Manusia

Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas hutan mangrove terbesar di dunia. Hutan mangrove memiliki peranan penting dan manfaat yang banyak baik langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir.

Secara umum hutan bakau atau mangrove mempunyai definisi sebagai hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut tepatnya di daerah pantai dan sekitar muara sungai, sehingga tumbuhan yang hidup di hutan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Berikut merupakan beberapa manfaat dan peranan Hutan Mangrove :

  • Mencegah Intrusi Air Laut
    Intrusi laut merupakan peristiwa perembesan air laut ke tanah daratan. Intrusi laut dapat menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak baik untuk dikonsumsi. Hutan Mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga dapat mencegah terjadinya Intrusi Air laut ke daratan.
  • Mencegah Erosi dan Abrasi Pantai
    Erosi merupakan pengikisan permukaan tanah oleh aliran air sedangkan abrasi merupakan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut. Hutan Mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air.
  • Sebagai pencegah dan penyaring alami
    Hutan mangrove biasanya yang dipenuhi akar pohon bakau dan berlumpur. Akar tersebut dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai.Selain pengurai limbah organik, hutan mangrove juga dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut seperti minyak dan diterjen, dan merupakan enghalang alami terhadap angin laut yang kencang pada musim tertentu.
  • Sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa
    Hutan Mangrove juga merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, ular, dan lain sebagainya. Beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga banyak tinggal didaerah ini. Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.
  • Berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir
    Hutan mangrove seringkali dikatakan pembentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Sebagai contoh, Buah vivipar yang terbawa air akan menetap di dasar yang dangkal, dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri.

 

sumber: http://earthhour.wwf.or.id/5-manfaat-hutan-mangrove-untuk-manusia/

Analisa Usaha Budidaya Udang Vaname Intensif

Bagaimana menghitung modal atau analisa usaha budidaya udang vaname intensif? Sistem budidaya intensif memang menjadi arah dari petambak udang saat ini. Dengan sistim ini, petambak tidak membutuhkan area yang terlalu besar namun dapat memaksimalkan area tambak yang berukuran kecil dan bisa mendapatkan panen yang melimpah.

Budidaya udang vaname sistim intensif ini memang membutuhkan modal yang besar karena harus menyediakan alat seperti 1). Central Drain atau alat pengisap limbah secara otomatis, 2). Automatic Feeder atau alat pemberi pakan secara otomatis, 3). kincir untuk keperluan oksigen dan pompa air laut.

Analisa Usaha Budidaya Udang Vaname Intensif

Di sini kami akan mengulas lengkap analisa usaha budidaya udang vaname yang menggunakan sistim teknologi intensif. Luas tambak yang akan kami analisis adalah 1 Hektar (10.000 m2) dengan padat tebar udang 200 ekor/m2.

#1. Biaya Investasi Awal.

No. Komponen Jumlah Harga Beli Satuan (Rp) Total Harga
1. Lahan 1 Hektar 30.000.000 30.000.000
2. Kincir 1 HP, 750 Watt 64 4.500.000 288.000.000
3. Listrik 1 35.000.000 35.000.000
4. Terpan / HDPE 2.0mm 1 4.000/meter 40.000.000
Total Biaya Investasi Awal 393.000.000


Penjelasan:

Jumlah kolam yang akan dibuat di lahan dengan luas 1 hektar yaitu 4 buah kolam, masing-masing kolam berukuran 2400 m(ukuran paling ideal) dengan ukuran tandon 400 m2. Total kebutuhan kincir untuk ke 4 kolam yaitu 64 buah dengan perkiraan setiap 1 kincir untuk 30.000 ekor udang (paling efektif). Target size 60 ekor/kg di DOC 90 hari.

(Baca juga : 13 Istilah-Istilah Penting dalam Budidaya Udang)

#2. Biaya Operasional 1 Siklus.

No. Komponen Jumlah Harga (Rp) Total Harga
1. Benur PL 10-PL12 (Kualitas  F1) 1.920.000 ekor 43/ekor 82.560.000
2. Pakan 30 ton 14000/kg 420.000.000
3. Biaya Listrik 1 1 siklus 120.000.000
4. Pegawai(1 teknisi, 2 pemberi pakan, 1 teknisi mesin) 4 6.000.000/siklus 24.000.000
5. Probiotik, Media Probiotik, Disinfektan dll 30.000.000
6. Akomodasi dan komsumsi 5.000.000
7. Lain-lain 10.000.000
Total 691.560.000

Penjelasan:

Dengan 4 kolam ukuran 2400 m2 (9.600 m2) dengan 200 ekor per meternya , berarti jumlah benur yang di tebar adalah 1.920.000 ekor.

#3. Menghitung Hasil Penjualan.

No. Panen Size (jumlah udang/kg) Harga per kg (Rp) Total Harga
1. 20 ton (20.000 kg) 60 80.000 1.600.000.000,-

*Dengan FCR 1.5 maka akan mendapatkan panen 20 ton.

(Baca juga: 2 Cara Mengatur Pemberian Pakan Udang Vaname)

#4. Menghitung Keuntungan.

No. Total harga udang (panen)(Rp) Biaya Operasional(Rp) Biaya Investasi Awal(Rp) Keuntungan per siklus(Rp) Keuntungan setelah dikurangi investasi awal (Rp)
1. 1.600.000.000 691.560.000 393.000.000 908.440.000 515.440.000

#5. Kesimpulan.

Investasi awal dan biaya operasional selama 1 siklus sudah bisa kembali dan mendapat untung sekitar Rp. 515.440.000.

 

sumber: http://budidayaudang.com/analisa-usaha-budidaya-udang-vaname-intensif/